Indahnya Ilmu pengetahuan
Rerentetan peristiwa telah banyak mengajarkan kepada kita bahwa penyakit yang mengotori umat islam begitu beragam. Secara politik kita terjajah oleh barat, sementara rakyat bergelimang dalam kemiskinan, terpecah belah dalam intrik-intrik kepartaian, dan pemimpin yang berlomba-lomba dalam kekayaan. Dalam bidang ekonomi sistem riba merajalela, perusahaan-perusahaan barat menguasai hampir seluruh sektor ekonumi dan mengekloitasi sumber daya alamnya.
Dalam bidang sosial, tidak bisa dipunkiri lagi bahwa krisis moral dan hedonisme telah mencabut akar keluhuran budi pekerti dan rasa kemanusiaan yang Muhammad SAW wariskan kepada kita. Sementara demam kebarat-baratan telah merubah gaya hidup dalam semuasisinya secara begitu cepat, secepat racun yang mengalir keseluruh tubuh melalui ratusan pembuluh darah, dan akhirnya mencabut kedamain hidup ini. Dalam bidang yang sama umat islam dikuasai oleh undang-undang buatan manusia yang tidak akan pernah bisa menghentikan langkah-langkah congkakpara kriminalis, mancegah kezaliman, dan tidak akan sanggup mengungguli undang-undang langit yang telah ditetapkan oleh Allah SWT.
Dalam bidang kejiwaan umat islam telah dirasuki oleh keputusasaan yang membinasakan, kemaslahatan dan apatisme, kepengecutan dan kerendahdirian, yang semua itu telah berhasil meraup semangat berkorban dan membakar umat islam keluar dari barisan para mujahidin menuju barisan orang-orang yang lengah dan lalai.
Tidak ada yang bisa diharapkan dari ummat ini yang telah digerogoti oleh berbagai penyakit ganas dalam semua aspek kehidupannya. Sungguh umat ini telah dijajah dan berpecah belah antar golongan yang ada didalamnya, terdapat kebobrokan sistem dan hukum, keuputusaan, kebakhilan, egoisme, kebencian, dan kepengecutan telah menjadi menu makanan utama yang selalu mereka santap setiap harinya.
Mengapa hal ini bisa terjadi ?
Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa kelemahan dari ummat islamlah yang menyebabkan semua ini terjadi.
• Dho’ful Aqidah (lemahnya aqidah)
Dari segi aqidah masih banyak ummat islam yang rindu pada sesuatu yang rindunya melebihi rindunya kepada Allah, yang cinta sesuatu yang cintanya melebihi cintanya pada Allah, yang takut pada sesuatu sehingga menggugurkan rasa takutnya pada Allah, yang berharap pada sesuatu sehingga melenyapkan harapanya kepada Allah SWT.

• Dho’fu Tarbiyah wa Dho’ful Tsaqofa (Lemahnya pendidikan dan lemahnya pengetahuan )
Lemahnya wawasan umat islam terhadap keterpurukan yang sedang menjadi tampuk permasalahan saat ini telah berhasil meraup semangat berjihad para pemuda, karena Sebenarnya wawasan Islamiyah inilah yang akan menggerakkan diri setiap
Muslim untuk tidak memikirkan diri sendiri dan bisa bersikap kritis.
Orientasi pemikiran yang hanya untuk diri sendiri akan berakibat seseorang
dalam kelemahan, keegoisan, kepengecutan, dan kebuntuan dalam mencari solusi terhadap masalah yang sedang dihadapi.

Berbagai perang pemikiran yang telah dilontarkan kepada umat ini telah berhasil meraup semangat berjihad, semangat berkarya, semangat untuk menorehkan prestasi, dan semangat untuk selalu peduli terhadap keadaan sekitar. Sehingga umat ini mendirita penyakit yang berkepanjangan, karena kita hanya bisa terngangah saat orang-orang kafir mengelabuhi kita, diam saat harta kita dirampas, kagum saat mereka melontarkan pendapatnya, dan bahkan kita bangga di saat keluhuran agama ini di injak-injak.

• Dho’fu dakwah (Lemahnya dakwah)
Allah menciptkan manusia di dunia untuk memperbaiki peradaban yang sedang jauh dari syariat islam, hal inilah yang mewajibkan kita untuk berdakwah di muka bumi ini.
Dakwah itu mengajak manusia kepada Allah dengan hikmah dan nasihat yang baik, sehingga mereka meninggalkan thaghut dan beriman kepada Allah agar mereka keluar dari kegelapan jahiliyah menuju cahaya Islam. Sehingga jika dakwah ini lemah dan Cuma segelintir orang yang peduli padanya maka bukan tidak mungkin banyak dari umat ini yang akan menyekutukan Allah dan selalu berada dalam kejahiliyahan.

• Dho’fu tanzim (lemahnya struktur/organisasi)
Lemahnya struktur / organisasi islam yang ada saat ini bisa disebabkan karena semangat untuk berharokah (bergerak) sangant minim. Organisasi yang ada hanya diam ditempat tidak mengalami perkembanagan bahkan mengalami kemunduran, pada saat kondisi inilah peran evaluasi sangatlah penting, agar organisasi yang ada bisa dipantau dan diperbaiki.
• Dho’fu akhlak(lemahnya akhlak)
Akhlak umat islam sekarang ini telah banyak yang jauh nilai-nilai islam yang sebenarnya padahal akhlak itu yang menjadi salah satupedoman kita dalam berhungan dengan allah, berhubungan dengan rasul, berhubungan dengan dirinya sendiri, berhubungan dengan sesama manusia, dan berhubungan dengan alam semesta.
Maka untuk memecahkan masalah ini adalah dengan cara addakwah alharokiyah assamil yaitu dengan cara berdakwah secara menyeluruh. Bukan sebagian karena semua bagian dari umat ini menderita penyakit yang telah lama. Dakwah menyeluruh ini bersifat
• Robbaniyah
Dakwah yang dilakukan harus berorentasi ketuhanan
• Manhajiah
Dakwah yang dilakukan harus mempunyai konsep atau metode sesuai dengan mihwarnya
• Marhaliyah
Dakwah yang dilakukan harus bertahap yang meliputi pengenalan, pengkaderan, dan pemberian beban atau tugas.
• Al-Waliyah
Dakwah ini harus punya prioritas
• Al-waqiyah
Dakwah yang dilakukan harus realistis dan sesuai dengan keadaan dan kebutuhan umat saat ini.
• Al-mutawazinah
Dakwah yang dilakukan harus seimbang, tidak ada parsialisasi

Search
Archives